Tentang Kami

Layanan Gawat Darurat untuk masyarakat Kabupaten Tasikmalaya melalui program "Sigesit 119" yang dikelola oleh Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk Kab. Tasikmalaya. Sigesit 119 merupakan sistem terpadu penanganan kondisi kedaruratan dalam bidang kesehatan yang diluncurkan Tanggal 26 Februari 2020 oleh Bupati Tasikmalaya H.Ade Sugianto.

Kabupaten Tasikmalaya memiliki 39 kecamatan dengan 40 puskesmas dan dibagi 4 titik Pusat Pelayanan Keselamatan Terpadu (Public Safety Center) meliputi wilayah Singaparna, Ciawi, Cikatomas, dan Cipatujah. Tiap titik mecakup 10 wilayah Puskesmas dan terdapat ambulan di 4 titik tersebut. Pada setiap Puskesmas dibentuk tim layad rawat dan setiap puskesmas tersedia 1unit ambulan motor.

Sigesit 119 berupa call center bebas pulsa untuk sementara gratis menggunakan Telkomsel dan berbayar untuk operator lainnya. Pasien hanya perlu memijit 119 kemudian utarakan keluhan dan tim Sigesit 119 mengolah keluhan serta segera ditindaklanjuti penanganannya. Kondisi kegawatdaruratan terbagi dalam tiga triase diantaranya:
1. Triase hijau yaitu kondisi pasien "tidak gawat tidak darurat";
2. Triase kuning yaitu kondisi pasien "gawat tidak darurat";
3. Triase merah yaitu kondisi pasien "gawat darurat" harus segera dijemput.

Semua triase ditangani di tempat terlebih dahulu, Triase hijau ditangani ditempat, triase kuning dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat dan triase merah dirujuk ke rumah sakit apabila puskesmas tidak mampu menangani.

Sigesit 119 memiliki 5 orang dokter yang berfungsi sebagai konsulen untuk memberi konsultasi dan penanganan atau pertolongan pertama. Dibantu total 60 orang perawat yang terdiri dari wilayah Singaparna dengan 24 perawat dan di titik lainnya masing-masing 12 perawat yang di dampingi oleh 1 orang tenaga administrasi.

Pelayanan Call Center Sigesit 119 siap siaga selama 24 jam. Pelayanan kedaruratan dapat di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dengan syarat aman lokasi, aman pasien, dan aman petugas. Pasien sebelum dirujuk ke Rumah Sakit terlebih dahulu ditangani di tempat kejadian. Kedaruratan ini termasuk persalinan.

Diharapkan warga Kab. Tasikmalaya pengguna Sigesit 119 ini dapat mengamankan lokasi dan tidak sembarangan memperlakukan pasien karena ada teknik khusus pemindahan pasien untuk meminimalisasi salah penanganan.